Begitulah tuntutan para demonstran mahasiswa Universitas Afghan yang menggelar aksi protes turun ke jalan di kota Jalalabad, Afghanistan, hari Rabu waktu setempat. Mereka menuntut agar para pembuat film Innocence of Muslims yang menghina Nabi Muhammad itu diseret ke pengadilan di negara-negara Islam, tidak di tempat asalnya, Amerika Serikat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Nakoula Basseley Nakoula, sang sutradara film Innocence of Muslims hanya terancam hukuman jika ia benar-benar terbukti melanggar peraturan bebas bersyaratnya,yang menyatakan bahwa ia tidak boleh menggunakan fasilitas internet sama sekali saat berada dalam kondisi bebas bersyarat. Sebelumnya Nakoula pernah terjerat masalah hukum atas pencucian uang.

Sambil mengusung spanduk-spanduk bernada protes, para demonstran ini meneriakkan slogan-slogan anti Amerika. Mereka juga melakukan sejumlah aksi pembakaran bendera Amerika Serikat serta sebuah boneka yang dijadikan representasi Presiden Amerika, Barack Obama.

Aksi ini merupakan sebagian dari beberapa insiden kekerasan yang melanda Afghanistan beberapa hari belakangan menyusul meningkatnya gelombang protes anti Film Innocence of Muslims. Sehari sebelumnya, sebuah serangan bom bunuh diri terjadi di dekat bandara internasional Kabul. Sebuah sedan sarat bahan peledak ditabrakkan sang pengemudi, yang ternyata seorang wanita, ke sebuah minibus berpenumpang pilot pilot berkebangsaan Rusia dan Afrika Selatan. Dua belas orang tewas dalam serangan bom bunuh diri tersebut.